TokoSehat.net adalah tempat belanja online produk suplemen, herbal dan makanan kesehatan berkualitas dan terpercaya sejak Tahun 2011. Praktis, aman, dan nyaman . Anda pesan Kami antar.



Produk
4Life Transfer Factor

Customer Service

SMS / Hotline
0878-9329-1924
0812-8232-1155
PIN BB: 7543EA32
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial


Rendra
"Respon dan pelayanan dari Customer Sevice yang Online cepat, dan barangnya sampai ditangan saya tepat waktu. Terimakasih..."



By admin2  Article Published 13 March 2013
 
 
Propolis adalah suplemen dan obat alami yang dihasilkan oleh lebah madu, untuk membantu proses pengobatan berbagai macam penyakit. Manfaat propolis tersebut sudah diakui oleh masyarakat dunia. Namun demikian penelitian terhadap propolis masih terus di kembangkan, karena masih banyak potensi propolis yang bisa diaplikasikan untuk masalah kesehatan secara lebih luas.
 
Propolis mengandung bioflavonoids, asam amino, vitamin dan mineral yang lengkap. Kombinasi formulasi alami dalam propolis tersebut membuat propolis memiliki karakteristik sebagai  zat yang istimewa sebagai suplemen dan obat alami yang aman dikonsumsi, tanpa menimbulkan efek samping.  Propolis baik dikonsumsi oleh semua orang dan semua umur, balita sampai dengan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, juga untuk orang yang sedang dalam perawatan dokter (minum obat-obat kimia). 
 
White Propolis Exist adalah propolis cair, bahan baku dari brazilia yang di ekstraksi sempurna sehingga menghasilkan propolis  berkualitas terbaik. White Propolis Exist terbukti efektif untuk membantu perawatan kesehatan  dan pengobatan berbagai macam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru (TB, bronchitis), ginjal, kanker dll.
 

MANFAAT PROPOLIS DARI SEGI MEDIS :

1. Sebagai anti Jamur,Virus dan Bakteri

Virus berkembang biak dalam lapisan protein. Selama lapisan ini tidak pecah, maka zat berbahaya dari virus tidak akan membahayakan tubuh manusia. Lapisan protein ini dapat melindungi dengan bantuan Bioflavonoid. Penelitian terakhiir dari The National Heart and Lung Institute London menunjukan bahwa bioflavonoid pada propolis mampu menghancurkan banyak bakteri yang resisten terhadap anti biotic sintesis.

Propolis sensitive terhadap Staphyococcus, Streptococcus, E.Coli,virus Ifluensa, Herpes, H.Pilori, Salmonella typhosa. Propolis juga sensitive terhadap jamur yang menjadi penyebab penyakit kewanitaan (keputihan) exim.

2. AntiOksidan

Pada semua proses metabolisme tubuh, terutama reaksi dengan oksigen akan membentuk molekul-molekul yang kekurangan electron (tak berpasangan) di kulit luarnya. Zat ini dinamakan radikal bebas (free radikal)yang sangat reaktif dan cendrung menyerang sel-sel normal yang dapat memberikan elektronnya.

Kalau hal ini teradi maka sel normal akan memberikan elektronnya akan menjadi sel cacat. Bila tidak di hancurkan oleh system kekebalan tubuh, maka sel-sel cacat akan menyebabkan berbagai macam penyakit sesuai dengan posisi dimana sel cacat itu berada di antung akan menyebabkan penyakit jantung. Begitu pula bila terjadi paru-paru akan menyebabkan penyakit paru-paru dan demikian seterusnya.

Namun besyukurlah kita karena Tuhan sudah menyediakan suatu zat di alam yang sukarela memberikan elektronnya untuk menetralkan radikal bebas tersebut.Zat ini dinamakan anti oksidan alamiah dan salah satunya yang terkandung didalam Propolis adalah Vitamin A, C, E serta enzim-enzim alamiah seperti Glutathion peroxydase (GPS), superoxida dismutate (SOD) dan katalase.

3. Sebagai Stimulator Sistem Imun (Imuno Stimulator)
Saat system imun tubuh menurun, misalnya pada penderita AIDS, banyak terjadi penghancuran limposit (T4-Cell), sehingga pasien akhirnya meninngal akibat infeksi.Begitu juga dengan penderita Kanker pada umumnya memiliki system imun yang lemah, akibat toksin tumor dan terapi sitostatika, radiasi atau pembedahan.
Immuno Stimulator secara tidak langsung berkhasiat mengaktifkan kembali system imun yang rendah dengan meningkatkan respon imun yang tidak spesifik, antara lain dengan memperbanyak Limfo-T4. NK-cell dan makrofag distimulasi dan interleukin. Efek akhir dari reaksi komplek itu adalah zat asing yang dapat dikenali dan dihancurkan termasuk sel, cacat, virus, dan bakteri.
Peran Bioflavonoid dalam proses ini adalah peningkatkan kerja system imun dengan jalan peningkatkan aktivitas dan memperbanyak Limfo-T dan Makrofag yang sangat berguna dalam memusnahkan zat asing dalam tubuh, seperti Jamur, Virus, Bakteri dan Sel bebas.

4. Atherosclerosis
Atherosklerosis adalah pengapuran pembuluh darah oleh kolesterol yang terkontaminasi oleh radikal bebas. Kolesterol sebagian besar diangkut dari aringan hati melalui pembuluh darah dalam bentuk LDL kolesterol. LDL kolesterol dioksidasi oleh radikal bebas yang ada didalam pembuluh darah sehingga terbentuk oksi-LDL.Oksi-LDL inilah yang mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan Atherosklerosis. Atherosclerosis yang tidk diobati akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti darah tinggi, jantung koroner dan stroke.

5. Anti Tumor

Tumor adalah sekelompok sel cacat/bebas yang secara tiba-tiba menjadi tidak terkendali, memperbanyak diri secara cepat dan terus menerus.
Kecacatan pada sel ini disebabkan oleh berkurangnya anti oksidan tubuh untuk melindungi sel dari serangan radikal bebas.

6. Sebagai Anti Prostaglandin

Menghentikan aktivitas peradangan dengan cara menghambat pengeluaran prostaglandin (hormone yang menjadi penyebab reaksi radang).
Efek ini yang bekerja pada kasus–kasus penyakitr rheumatoid Artritis (radang sendi, asam urat), Nefritis dan lain-lain.

7. Membantu Proses Regenerasi Sel Hati

Cirrhosis Hepatitis adalah penyakit yang mengenai organ hati dengan criteria :
1. Matinya sel-sel parenkim hati
2. Pembentukan secara aktif jaringan ikat
3. Proses regenerasi sel hati terganggu.
Propolis membantu proses regenerasi sel hati agar berjalan baik dan meningkatkan system imun untuk memakan sel-sel hati yang sudah mati sehingga dapat mengurangi pembentukan jaringan ikat (jaringan parut).

8. Diabetes Melitus ( kencing manis )

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai oleh peningkatkan kadar gula dalam darah akibat produksi insulin yang menurun.
Propolis merangsang sel-sel pancreas untuk aktif meningkatkan pengeluaran insulin sehingga kadar gula di dalam darah dapat menjadi normal.
Propolis sensitive terhadap pilori yang menyebabkan penyakit maag dan ulcus lambung (luka lambung),juga terhadap E.Coli (penyebab diare) dan Salmonella Typhosa (penyebab Typhus)

9. Gangguan Saluran Pencernaan

Propolis sensitive terhadap pilori yang menyebabkan penyakit maag dan ulcus lambung (luka lambung), juga terhadap E.Coli(penyebab diare) dan Salmonella Typhosa (penyebab Typhus)

10. Gangguan Saluran Pernafasan

Propolis membantu system pertahannan tubuh untuk melawan penyakit saluran pernafasan kronis seperti TBC, melindungi sel paru dari kerusakan akibat radikal bebas.Propolis juga berperan dalam pengobatan Asma karena kinerjanya sebagai Bronchodilator (melebarkan Bronchus), menstabilkan tiang sel dan menekan pengeluaran Histamin.

11. Penyakit jantung dan Pembuluh Darah

Propolis dapat mengatasi efek radikal bebas terhadap jantung, meningkatkan daya pompa jantung, mencegah kekakuan pembuluh darah (penyakit hipertensi), mencegah pembentukan Trombus (Stroke dan Jantung Koroner)

12. Perawatan Luka

Propolis sebagai desinfektan bioflavonoid dan vitamin C yang terkandung didalamnya,sangat berperan untuk penyembuhan luka dengan cara mempercepat tumbuhnya jaringan baru.

13. Anti Stress

Propolis dapat menekan saraf parasimpatis agar dapat mengekspresikan kesenangan dan menekan rasa takut, membuat rileks, sehingga berguna bagi penderita gangguan jiwa.

Sumber referensi selengkapnya dapat anda baca di buku : "Dahsyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit" , karangan dr. Adji Suranto SpA.

Disclaimer: Informasi ini sebagai referensi dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis. Jika anda mempunyai masalah kesehatan atau butuh nasehat medis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga ahli kesehatan anda.
 
Baca juga artike berikut:


Related Article